Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Jakarta Ala TukangUlin

tempat wisata murah di jakarta

JAKARTA – Halo Uliners, kalau di postingan sebelumnya aku udah bahas tentang ragam budaya Betawi yang aku temui di acara Festival Tempo Doeloe 2018. Kali ini, aku bakal bahas tentang tempat wisata murah di Jakarta. Yakali kan, TukangUlin gak bahas soal per-ulin-an :p

Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan buat main-main di Jakarta, LAGI. Yash! Ternyata, biarpun rumah deket aja di Bogor, dan lumayan sering bolak balik Jakarta, aku malah baru 2 kali doang explore Jakarta. Kenapa juga selama ini ngga pernah kepikiran buat explore Jakarta yak? Padahal, masih ada banyak banget tempat wisata murah di Jakarta yang belum aku datangin. Biasa kali kalau dekat mah emang suka ngga keliatan, yang jauh malah dicari-cari :s

Selama ini, aku kalau ke Jakarta, mainnya emang “cari aman” aja sih. Ke tempat-tempat yang emang “keliatan”, kaya Monas atau Kota Tua gitu.  Itu pun, kalau ke Kota Tua, ya aku beneran main di area wisata Kota Tuanya aja. Ngga pernah yang asruk-asrukan (Ini apa ya padanan bahasa Indonesianya? :s), ya semacam menelisik gitu lah. Itu tuh aku belum pernah.

museum wisata bahari jakarta
Sok Syantik! | Dipotoin bang @dwanddd

Makanya waktu jalan kaki dari Stasiun Kota ke hotel yang ada di kawasan Glodok, aku kok takjub. Banyak bangunan-bangunan menarik buat hunting foto. Sayang aja kameranya belum kebeli lagi 🙁 Dan, baru ngeh kayanya ini kali pertama deh aku menjejak di daerah Pecinannya Jakarta.

Dan kenapa yang aku highlight tempat wisata murah di Jakarta? Karena rata-rata orang kan mikirnya, di Jakarta apa-apa tuh mahal ya? Dulu sih, aku mikirnya gitu. Tapi, mungkin, biaya hidupnya aja yang mahal. Kalau tempat wisatanya mah, yang murah juga ada kok!

Tapi ini wisatanya bukan wisata hore-hore yak, ini masuknya wisata sejarah. Cocok buat uliners yang suka sejarah, buat yang ngga suka-suka amat sama sejarah macem aku, tempat-tempat ini tetap menarik kok buat dikunjungi (baca: buat foto-foto). Lagian, jalan-jalan itu kan ngga selalu soal perginya ke mana, terpenting itu perginya sama siapa. Kalau perginya sama orang-orang menyenangkan, ke mana pun pasti akan bikin senang. *tsahh

travel mate
Bukan ke mana tapi sama siapa. Ya sama mereka inilaaah!

So, ikutin terus cerita aku buat tau rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta ala Tukang Ulin karena kali ini ngga aku bikin list, cuma aku tandai aja. Jangan lupa siapin cemilan karena ini bakal panjang banget ceritanya 😀 OK. Enjoy!!

Siang itu, aku dan tim GenPI baru jalan dari hotel sekitar jam 11  siang. Seperti biasa, langit Jakarta lagi terik-teriknya. Untung aja di mobil mah adem. Sebelum mobil terparkir, Ayah Rico sempat ngasih tau tentang pasar paling fenomenal di Jakarta, yang bisa juga dimasukin sebagai salah satu tempat wisata murah di Jakarta, yaitu Pasar ASEMKA. “Nyari apaan aja murah-murah di sana”, kata Ayah Rico.

Hmm, aku sendiri belum pernah sih ke Asemka, tapi setelah dengar pernyataan ini secara berulang dan dari orang yang berbeda-beda, aku jadi percaya. Dan, langsung masukin pasar Asemka ke daftar kunjungan wajib kalau nanti ada kesempatan buat explore Jakarta lagi. Selain Masjid Istiqlal, pastinya. Iya. Sampai saat ini belum-belum juga ke Istiqlal. Ampun deh :v

Tempat pertama yang kita datangi hari itu adalah, Vihara Dharma Bhakti. Lokasinya ngga begitu jauh dari hotel MaxOne, tempat kami menginap. Sebelum sampai ke Vihara, kami berjalan kaki melewati pasar. Pasar Petak Sembilan, namanya. Dari awal menginjakkan kaki di pasar ini, aku udah excited banget!! Karena hampir semua toko di pasar ini menjual pernak-pernik khas imlek. Dari mulai lampion, angpao, kue keranjang, pokoknya semua pernak pernik imlek ada deh di sini, lengkap.

Sambil berjalan mengimbangi yang lain, mataku sendiri ngga bisa berhenti mencari-cari celah toko yang bisa dijangkau. Aslinya, aku lagi nyari toko yang jual cheongsam. Wkekeke. Baju tradisional Cina yang udah dari lama banget pengin aku punya, tapi susahnya bukan main nyari yang ukurannya pass :v

Ngga ngerti kenapa ya, aku selalu punya ketertarikan lebih sama segala hal yang berhubungan dengan budaya Cina. Mungkin, itu juga yang bikin aku selalu suka berkunjung ke Vihara setiap kali lagi JalanJalan ke luar kota. Apa ini juga pertanda kalau suatu saat aku bakal bisa menginjakkan kaki di negara China? Whehehe. Di-aamiin-in dulu aja, boleh ya?

Vihara Dharma Bhakti atau Kelenteng Jin De Yuan sendiri ada di ujung pasar Petak Sembilan ini. Itulah kenapa, vihara ini dikenal juga dengan nama Vihara Petak Sembilan. Vihara ini merupakan salah satu vihara tertua yang ada di Jakarta. Dibangun sekitar tahun 1650 oleh Letnan Guo Xun-Guan dengan nama GUAN YIN TING. 1740 sempat rusak terbakar saat masa pembantaian orang tionghoa oleh kolonial VOC. Pada tahun 1755, direkontruksi oleh kapiten Oey Tjie dan berganti nama menjadi Jin De Yuan/Kim Tek Le. Konon, kata kelenteng merupakan serapan bahasan dari nama kelenteng ini (Kim Tek Le).

Vihara darma bakti glodok

Dari segi ornamen bangunan, Vihara ini memang nyaris sama seperti vihara-vihara lain. Tapi, ada satu hal menarik yang baru aku temui di Vihara ini, yaitu tradisi pelepasan burung pipit. Tradisi ini dipercaya bisa memanjangkan umur, dan bagi orang Buddha, hal ini dipercaya sebagai salah satu karma baik. Untuk jumlah burungnya sendiri, biasanya dihitung berdasarkan umur. Atau bisa juga diniatkan untuk 1 keluarga, dengan jumlah burung yang dilepas sekitar 50 ekor. Untuk melalukan tradisi ini, tidak harus menunggu momen-momen tertentu, seperti imlek, dilakukan setiap hari juga boleh.

tradisi-pelepasan-burung-pipit
Tradisi pelepasa burung pipit

TIPS. Buat Uliners yang mau ke sini, jangan lupa untuk minta izin terlebih dulu ke petugas jaga sebelum ambil foto, karena ada beberapa area juga yang ngga boleh di foto. Dan karena ini tempat ibadah, gunakan pakaian yang sopan. Dan tentu, jangan sampai mengganggu aktivitas orang-orang yang sedang beribadah, yes.

Btw, kalau “wisata”nya ke tempat ibadah bukan murah lagi yak, tapi gratis~

museum wisata bahari jakarta
Foto milik @dwanddd

Selesai dari Vihara, tempat wisata murah di Jakarta selanjutnya yang kami datangi adalah, Museum Wisata Bahari. Lokasinya ada di sebrang pelabuhan Sunda Kelapa. Dulunya, gedung ini di bangun Belanda sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah. Setelah masa kemerdekaan, gedung ini berubah menjadi kantor telekomunikasi. Barulah pada 17 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari. Segala hal yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, koleksinya ada semua di museum ini.

museum wisata bahari
Foto milik @dwanddd
museum wisata bahari jakarta
Salah satu sudut koleksi yang ada di Museum Wisata Bahari Jakarta | Foto milik @fajrinherris

Untuk jam operasionalnya, dibuka mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB. Dan ingat ya, semua museum TUTUP di hari Senin. Tiket masuknya, untuk dewasa Rp. 5.000 saja, untuk Mahasiswa Rp. 3.000, untuk pelajar Rp. 2.000, dan ada harga khusus buat rombongan.

Apa yang menarik di museum ini? Semua hal menarik kalau kamu suka sejarah, dan atau suka hal tentang kebaharian. Tapi 1 sih yang pasti, tempatnya bagus dan instagram-able banget :s Teman 1 tim aku, malah kepikiran buat pre-wed di sini lho. Kamu mau coba juga, mungkin?

Museum Wisata Bahari jakarta
Sudut-sudut Instagram-able di Museum Wisata Bahari Jakarta | Foto milik @dwanddd
museum wisata bahari
Ini contoh aja :p | Foto milik @dwanddd
menara syahbandar Jakarta
Foto milik @fajrinherris

Tepat di depan jalan masuk Museum Wisata Bahari, ada lagi satu tempat wisata murah di Jakarta yang ngga boleh uliners lewatkan, yaitu Menara Syahbandar. Konon, pada masanya menara ini merupakan menara tertinggi di Batavia. Menara ini juga jadi saksi bisu merapatnya kapal-kapal penjajah di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Menara syahbandar jakarta
Foto milik @fajrinherris

Sayangnya, aku baru tau kalau  menara ini tuh boleh dinaikin 🙁 Hiks. Lain waktu ke sini lagi harus naik lah pokoknya. HARUS! Tepat di samping menara Syahbandar, ada juga prasasti yang ternyata merupakan penandan 0 KM Kota Jakarta tempo doeloe. Baru ditahun 1980 sampai sekarang, titik 0 KM Jakarta berpindah ke Monas.

Ini dia tugunya! | Foto milik @fajrinherris
pasar ikan muara angke
Serasa ingin boronggg aja semuah | Foto milik @fajrinherris

Usai kunjungan ke Museum, tempat selanjutnya yang kami datangi adalah, Pasar Ikan Muara Angke, sekalian makan siang yang kesorean juga nih di sini. Pecinta ikan dan seafood sih wajib banget lah ke sini. Berbagai jenis seafood bisa kamu temui di sini, diantaranya ada kepiting, lobster, udang, cumi, kerang, dan aneka jenis ikan, yang aku ngga hafal namanya. Kesemua ikan dan seafood yang ditawarkan masih segar-segar dan bisa langsung diolah di rumah-rumah makan yang tersedia di sana.

Untuk biaya memasaknya, dihitung per KG ikan atau seafood yang kita beli. Kalau aku ngga salah ingat, di warung tempat aku makan harganya itu sekitar Rp. 30.000/kg, dan untuk nasi dihitungnya Rp. 10.000/orang. Diolahnya bisa minta sesuai selera, digoreng atau dibakar, pilihan sausnya juga banyak, saus padang, asam manis, lada hitam, banyaklah pokoknya.

pasar ikan muara angke
Udang tepungnya keras 🙁 | Foto milik @fajrinherris

TIPS. Kalau ke Pasar Ikan, ajak orang yang JAGO nawar. Karena, seperti kebanyakan pasar pada umumnya, sistemnya tawar menawar ya. Aku sih ngga paham juga ya kemaren itu kami dapet harga murah apa gimana, jarang ke pasar sih, jadi ngga bisa membandingkan. TIPS kedua. Selektif nyari rumah makan (googling aja cari yang paling rekomen), terpenting sih pastiin dulu harganya di awal. Kalau tempat aku makan kemarin, rasanya kurang rekomen menurutku, biasa saja :s

pasar ikan muara angke
Yang seneng banget abis jajan Ikan wkwk | Foto milik @fajrinherris
Salah satu tempat makan yg bisa kalian coba | Rekomen dari om google | Aku ngga makan di sini, btw.

Dari Pasar Ikan, sebetulnya masih ada 1 tempat lagi yang mau kita kunjungi, yaitu Masjid Luar Batang. Tapi karena kesorean, akhirnya ngga jadi. Aslinya, aku emang udah pernah sih ke Masjid Luar Batang ini. Inget kan, waktu aku bilang ngajak buk-Ibuk pengajian ke KoTu? Nah, awalnya tuh ke sini dulu.

Masjid luar batang
Masjid Luar Batang | Foto milik @fajrinherris
Foto milik @fajrinherris

Masjid ini emang ramai banget sama peziarah. Karena di Masjid ini juga memang ada makam keramatnya Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Yang tidak lain dan tidak bukan, merupakan pendiri Masjid yang didirikan pada abad ke-18. Masjid ini sekarang menjadi salah satu bangunan ibadah bersejarah yang ada di Jakarta. Sumber: Wikipedia – Masjid Luar Batang.

Setelah dari Pasar ikan, kami kembali ke panggung pertunjukkan Festival Tempo Doeloe yang ada di Lapangan Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Sebenernya di area sini juga banyak sih yang bisa dijadiin rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta. Tapi kayanya bakal aku tulis terpisah aja, biar nda kepanjangan yes.

tukang ulin com
Saranghaee | Mianhe too muka hinyayyy ~ | Kalo ini difotoin yay @fajrinherris

Teman-teman ada yang udah pernah ke salah satu tempat yang aku rekomendasiin ini belum? Atau malah ada yang udah pernah ke semua tempat ini? Atau justru punya rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta yang lainnya? Boleh dong share di komentar biar bisa aku masukin ke daftar tempat yang mau aku kunjungi kalau explore Jakarta lagi. See ya next post, uliners!

Leave a Reply