#CeritaBajo Part 1: Taka Makassar Yang Memesona Dan Pengalaman Pertama Kecebur Di Laut!

Itinerary sailing trip labuan bajo Day 1 – Halo Uliners! Kalau di postingan sebelumnya, aku udah bahas 7 Persiapan Sebelum Liburan ke Labuan Bajo, di tulisan kali ini (dan tulisan-tulisan selanjutnya, InsyaAllah) aku cuma akan ceritain keseluruhan perjalanan aku selama 4 hari di Labuan Bajo.

Aku bakal cerita lebih detail tentang perjalanan ini, dari mulai hari pertama sampai di Labuan Bajo, review ala-ala terkait hotelnya, sampai itinerary sailing trip labuan bajo 3hari 2malam menjajaki pulau-pulau yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo bareng BeborneoTour.

Dan karena aku gak terlalu pandai menulis cerita perjalanan, jadi ceritanya bakal aku tulis ala-ala diary gitu aja sih. Dan tentunya, kalau di judul aja udah ada tulisan part 1, itu artinya cerita ini akan jadi beberapa part, yang semoga bisa selesai di part ke tiga yak 😀 Yuks kita mulai aja ceritanya. Selamat menikmati, Uliners!

DARI BANDARA KE HOTEL, NAIK APA?

Bandara-komodo-nusa-tenggara-timur
photo from @sharmsoul

Seperti yang udah aku tulis di postingan sebelumnya, aku sampai di Labuan Bajo itu H-1 sebelum jadwal sailing trip. Jadwal  sailing tripnya 4-6 Desember 2017. Aku sampai di Labuan Bajo tanggal 3 sore dan pulang tanggal 7 pagi.

Sebenernya kalau mau ambil cepetnya, 3 hari pun cukup sih. Aku ambil jalan tanggal 3 cuma biar lebih santai aja. Terus kepikirnya, rugi juga kalau cuma 3 hari doang di Labuan Bajonya. Tiketnya kan mayan mahal, jadi kalau bisa mah ya lamaan dikitlah di Bajo, biar gak rugi-rugi amat. Wkwk

Sekitar jam 3 sore, Aku dan teman-teman mendarat dengan manis di Bandara Komodo setelah 1,5 jam terbang dari Bali bersama WingsAir *cielah. Dari Bandara, tujuan pertama kami adalah ke hotel. Dari Bandara ke hotel, kami naik taksi.

1 mobil bertujuh umpel-umpelan bareng koper dan backpack yang kami bawa. Untungnya, taksi di sini cem taksi-taksi online gitu, pakai mobil pribadi, jadi bisa muat banyak. Buat tarifnya Dari Bandara ke Hotel sekitar Rp. 100.000,- Selain naik taksi, dari Bandara ke Pelabuhan atau ke Hotel, bisa naik ojek juga. Tarifnya sekitar Rp 10.000 – 20.000 aja. Atau, kalau merasa punya tenaga lebih mah, jalan kaki aja. Deket kok :p

HO(S)TEL DE CHOCOLATE

De-Chocolate-Hotel-Labuan-Bajo

Nah, buat hotel ini, kan aku udah cerita juga ya, kalau alasan pilih hotel ini karena jaraknya yang emang cukup dekat ke Pelabuhan Labuan Bajo, reviewnya di Traveloka cukup bagus, terus emang di rekomen juga  sama temen yang udah lebih dulu ke Labuan Bajo.

Aku juga udah bilang, kalau di hotel ini ada 2 type kamar, yang Deluxe sama yang Backpacker. Dan aku sudah coba keduanya. Menurut aku, dua-duanya, tingkat nyamannya sama aja sih kalo cuma buat numpang tidur. Beda di privasi aja.

de chocolate hotel Labuan Bajo
Photo by @salmanbiroe

Apalagi yang backpacker, selain kamar yang isinya 1 kamar berenam dengan kasur bunkbed. Kamar mandinya pun yang shared bathroom gitu. Kalau beruntung, bisalah dapat bonus sapaan dari abang bule kalo pas papasan di kamar mandi wkwk ~

Oh 1 lagi, beda di menu sarapannya juga. Kalau type backpacker, sarapannya cuma dapat roti sama teh/kopi. Kalau yang deluxe, selain roti, teh/kopi juga dapat mie goreng+telur. Malah aku minta extra 1 telur waktu itu, kirain bayar, taunya dikasih gratis, baik bangeeet!

Ahya, persoalan mahapenting buat manusia digital yang gak boleh ketinggalan adalah soal WIFI. Di hotel ini udah ada WIFI-nya, tapi sayangnya gak sampai ke kamar, cuma bisa diakses dengan kecepatan “lumayan” dari area Lounge yang ada di lantai 4. Dan gak ada lift di sini.

Tapi, Lounge ini jadi tempat favorit aku, selain karena WIFI-nya, juga karena pemandangan dari sini cantik banget. Viewnya langsung Pelabuhan. Apalagi ya? Udah sih, kayanya itu aja buat review hotelnya.

lounge de chocolate hotel
View Dari Lounge – Photo by @salmanbiroe

HARI PERTAMA SAMPAI DI LABUAN BAJO, NGAPAIN AJA?

Bisa ngapain aja sih. Mau leha-leha aja di hotel juga bisa. Cuma gak tau kenapa, kaki aku mah bawaannya selalu gatel pengin dibawa jalan kalo di tempat baru. Dan hal pertama yang kami lakukan sesaat setelah sampai hotel adalah, cari makan! Whehehe

Di sekitar hotel ada banyak sekali tempat makan yang bisa di pilih, minimarket sama apotek juga ada. ATM juga ada sih, tapi aku liatnya cuma ada ATM Mandiri sama BRI. Tapi saran aku, mending siapin bawa uang tunai secukupnya aja biar gak repot cari-cari ATM.

Sunset from Labuan Bajo

Selesai makan, kami pun jalan-jalan ke ujung dermaga Pelabuhan Labuan Bajo, tempat terbaik di Labuan Bajo buat nikmatin sunset. Dan tentu, kami gak cuma bertujuh. Ada cukup banyak warga lokal yang juga menghabiskan sorenya di tempat ini.

Dan gak disangka, sore itu kita dapet sunset yang bagus bangeeet. Atau setiap hari di sini emang sunsetnya bagus ya? Entahlah, yang pasti itu Golden Hour terbaik yang pernah aku nikmatin. Gradasi warna yang muncul di langit bikin aku dan yang lain takjub luar biasa. Ahya, itu adalah sunset sebelum malamnya muncul supermoon.

Photo by me
The Golden Hour

Puas nikmatin sunset superindah, kegiatan kami selanjutnya adalah *Jengggjenggg cari makan lagi! Wkwk *Pasukandoyanmakan* Kali ini kami menyengaja jalan ke Kampung Ujung, hotel kami ada di Kampung Tengah.

Kampung Ujung ini semacam sentra kulinernya di Labuan Bajo. Ada banyak warung-warung tenda yang jual makanan dari hasil melaut. Ada udang, cumi, kepiting, semuanya segar-segar. Bisa dibeli dan dimasak secara langsung di situ. Aku sempat cobain makan cumi asam-manisnya buat makan malam. Harganya Rp. 40.000 untuk cumi berukuran sedang.

Jadi, sebelum ngikutin itinerary sailing trip labuan bajo, hal inilah yang bisa kita lakuin di hari pertama sampai di labuan bajo, nongkrong asyik di dermaga sambil nikmatin sunset, terus malamnya bisa jalan-jalan kulineran ke Kampung Ujung. Kalo mau beli oleh-oleh duluan juga bisa di sini.

ITINERARY SAILING TRIP LABUAN BAJO DAY 1

Senin (4/12), sekitar jam 9 pagi, mobil jemputan yang disediain sama BeborneoTour udah standby depan hotel. Gak mau buang waktu, kami pun bergegas. Dan Voila! Dalam waktu 10 menit aja, kita sudah sampai di Pelabuhan Labuan Bajo.

Setelah ramah-tamah sama empunya kapal (Mas Indra), juga sama 3 orang crew kapal lainnya (ada Kapten dan 2 abk-nya yang merangkap jadi juru masak & tour guide), dan barang juga udah diangkut semua ke kapal, petualangan pun dimulai …

  • Pulau Kanawa

kanawa island
Photo by @almazia

Pulau pertama yang kami datangi hari itu adalah, Pulau Kanawa. Jaraknya kurang lebih ditempuh sekitar 1 jam dari Pelabuhan Labuan Bajo. Sepanjang perjalanan, yang kami lakukan adalah, foto-foto! Dan taulah tempat terbaik buat ambil foto selama ada di kapal itu di mananya. Whehehe.

Pemandangan selama perjalanan ini asli manjain mata banget deh. Hamparan laut biru seluas pandangan mata, gugusan pulau-pulau khas kepulauan Indonesia Timur, berpadu sama goresan awan-awan putih di langit nan biru. Gausah dibayangin, cukup liatin fotonya aja 😀

labuan bajo view
photo by @salmanbiroe
sewa kapal labuan bajo
photo by @salmanbiroe

Kami sampai di Pulau Kanawa sekitar jam 10 pagi. Matahari kerasa terik banget siang itu, aku rasa hal ini yang bikin kami mengurungkan niat buat snorkeling di Kanawa. Padahal pulaunya cantik banget, dari hamparan pasir putihnya yang berkilauan, sampai airnya yang jernih banget.

Gausah snorkeling juga udah keliatan sih. Jadi, kami cuma asyik foto-foto aja di pulau ini. Ohya, di Pulau Kanawa ini juga ada 1 resort, yang bisa jadi pilihan kalau misal uliners gak mau LOB, bisa nginep aja di resort ini.

Pulau Kanawa
Photo by @almazia
Kanawa Island
photo by Tarsi – BeborneoTour
  • Finding Manta!

Pari manta
Inget ya, ini manta bukan manta(n) :p | photo dokumentasi @beborneotour

Dari Pulau Kanawa, kapal terus bergerak ke arah Taka Makassar melewati Manta Point. Tapi sebelumnya, kita sempat santap siang dulu dengan menu yang udah disedian sama koki kapal. Konon katanya, masakan koki kapal itu ngalah-ngalahin rasa makanan dari resto-resto yang ada di Flores. Aku sudah buktikan, dan ternyata betul, makanannya koki kapal itu sedaaap luar biasa.

pengalaman Live on board

real seafood
Ini FAV banget!! | photo by @salmanbiroe

Nah, pas sampai di Manta Point, dari atas kapal aku sempat liat mantanya. Btw, Manta ini sejenis ikan pari. Walaupun ukurannya cukup besar, tapi Manta ini sangat bersahabat dengan manusia dan yang pasti gak akan sejahat Manta(n). Ehhh, gimana (?) Tapi, biar pun dikata begitu, sejujurnya aku tetep takut-takut sih kalo harus berada deket sama Mantanya. Takut, tapi penasaran. Gitu aja terus :v

Karena, agak ngeri. Aku gak langsung nyebur buat nyari manta tapi ikut nebeng dulu sama Mas Indra naik Kayak. Seru juga lho naik kayak itu. Terus akhirnya baru deh nyebur pas ada Mba Alma. Nyari-nyari manta gak ada, tapi pas nengokin ke dasar juga gak keliatan apa-apa, yang artinya itu posisinya aku beneran ada di tengah laut. Menyadari hal ini, aku seketika ngerasa ngeri lagi. HAHAHA. Aku emang cemen bangetlah -__-

Jadi kesimpulannya, kita gak jadi ketemuan sama Manta tapi cuma berenang –atau lebih tepatnya terapung-apung– aja di lautan, hehe.

finding manta
photo by @salmanbiroe
  • Taka Makassar dan Pengalaman Pertama Kecebur di Laut!

Taka Makassar Island
Photo by Mas Indra

TAKA MAKASSAR, adalah salah satu dari sekian banyak pulau pasir timbul yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo. Kalau ada yang ngerasa bingung kenapa ada Taka Makkasar di Flores? Berarti kita sama. Sama-sama bingung :p *okeskip

Di pulau Taka Makassar ini lah, kami menghabiskan banyak waktu dan bersenang-senang! Yeaaay. Tapi karena kapal gak bisa sandar di tepian, jadilah kami dua per dua diangkut menggunakan kayak. Termasuk floaties yang dibawa Bang Sham dari Malaysia, juga gak lupa buat diangkut.

Taka makassar
Kolam renang super luasss | Photo by Mas Indra

Dan emang, Taka Makassar ini tempat paling passs deh buat ngegelar floaties. Soalnya berasa nemu kolam renang yang supeeeer luas! Sebetulnya di pulau ini bisa snorkeling juga, tapi kami semua memilih untuk main-main di pingir pantai sambil foto-foto sama floaties.

Yang menarik, pasir pantai ngga seputih pasir di Kanawa, tapi justru ada rona merah mudanya. Ternyata rona merah muda ini berasal dari serpihan karang-karang kecil berwarna merah.

Taka Makassar
“tersangka” utama memerahnya pasir di Pulau Taka Makassar | Photo by @salmanbiroe | Hand in frame @lilyriani_travelholic

Yang aku suka dari trip yang di arrange sama Beborneotour itu, ngetripnya santai. Gak diburu waktu, jadi kami bisa main-main di pantai sampai puas. Pun bukan cuma peserta trip aja yang bersenang-senang, Mas Indra as owner dan Tarsi as Tour Guide, aku liat sih ikut bersenang-senang juga menikmati trip ini. S.E.R.U to the max!

Menjelang sore, dan posisi kami udah puas banget main air, kami pun kembali diangkut ke kapal pakai kayak. Aku, Mba Alma, dan Mas Salman jadi yang terakhir diangkut ke kapal. Selama nunggu yang lain diantar, kami bertiga asyik-asyik aja gegoleran dipinggir pantai sambil main pasir. HAHA. Ahhh, aku berasa balik ke masa kecil dulu deh jadinya.

Kayak
Dayung itu keliatannya doang gampang. Aslinya susah. Pffft

Pas kayak udah balik, Aku dan Mba Alma yang kemudian diangkut lebih dulu. Awalnya, semuanya baik-baik aja sampai kemudian aku menyadari satu hal, lalu bertanya memastikan ke Mba Alma. “Mba, ini kan lautnya dalem ya? Ini kalau kecebur gimana?”

Aku mah polos aja nanya begitu, karena realitanya kita emang dalam keadaan gak pakai pelampung, dan segala kemungkinan bisa aja terjadi kan? Dan di sinilah, “tragedi” kecil kecebur laut terjadi. Whehehe. Tragedi kecil yang memorable sekali.

Saat kayak udah mendekati kapal, secara gak sengaja kayaknya nabrak tali jangkar kapal, dan kemudian “byurrr” semua yang di atas kayak begitu aja nyemplung ke laut. Sebetulnya, dari sejak bertanya ke Mba Alma, setelahnya aku mulai mikir, hal apa ya yang bakal aku lakuin kalau misal kecebur? Yang kemudian jadi beneran aku pikirin saat kecebur itu.

Kejadiannya cukup cepat. Dan aku pikir awalnya, kalau kita kecebur laut, itu bakal langsung plung aja sampe ke dasar semacam tablet effervescent yang dimasukin ke air. Ternyata gak begitu sodara-sodara, jadi kalau kecemplung di laut itu kita bakal otomatis membal naik sendiri ke permukaan karena tekanan air laut itu sendiri. Di sini lah aku merasa gagal jadi anak IPA. Wkwk.

Yang kemudian jadi masalah adalah, pas aku udah muncul ke permukaan aku gak menemukan benda atau apapun yang bisa dipegang. Tapi sekerlingan mata aku sempat liat Mba Alma udah aman karena udah pegangan kayak.

Sepertinya aku kecemplung agak menjauh dari kayak, satu-satunya yang kepikiran yaaa cuma berenang ke tepian kapal aja buat pegangan *satu-satunya yang aku syukuri adalah, kita keceburnya pas deket kapal :s. Tapi belom sempet berenang, pertolongan langsung datang. Secepat kilat Mas Indra nyebur ala-ala film bay watch buat bawa aku mendekat ke kapal. Aku jadi suka ketawa-ketawa sendiri kalau ingat moment kecebur ini :v

  • Bersandar di Gili Lawa

Sunset at Gili Lawa | photo by @salmanbiroe

Dari Taka Makassar, kapal kemudian bergerak ke Gili Lawa Darat untuk bersandar. Percaya atau ngga, awalnya aku sempet mikir kalau aku bakal tidur di atas kapal di tengah laut sambil terombang-ambing ombak gitu! Ternyata kapalnya kalau sore bersandar. Yaaakali, Kapten juga butuh tidur atuh yaaa. Absurd banget Rani mikirnya, ihhh.

Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit. Dan kita sampai di Gili Lawa sekitar jam 5 sore. Masih sempat sih sebetulnya kalau mau trekking tapi kami memilih buat mencukupkan dulu agenda hari itu.

Nah, disaat yang lain sibuk mengabadikan sunset, aku lebih memilih buat tiduran di kursi santai, apalagi aku udah bersih-bersih dan mandi, jadi enaaak banget buat tidur sebentaran. Btw, biar di atas kapal, kita mandinya tetap pakai air tawar kok.

Dan, di Gili Lawa ini lah malam pertama yang kami habiskan bersama-sama. Dari ngobrol ngalor-ngidul tentang trip seharian tadi, sampai proses pindah memindahkan foto dari kamera ke laptop sambil nunggu makan malam.

Itinerary sailing trip labuan bajo hari pertama ini kerasa lebih santai dari yang aku bayangin, karena kalau ngikutin itin yang ada di web emang gak begitu sih rutenya. Tapi buat permulaan, itin ini pas sih buat semacam “pemanasan”. Karena di hari kedua, agendanya lebih panjaaang lagi!

Itinerary sailing trip labuan bajo hari kedua, bakal aku ceritain di postingan part 2 yaaa, uliners! Tunggu yaaa ^^

11 Replies to “#CeritaBajo Part 1: Taka Makassar Yang Memesona Dan Pengalaman Pertama Kecebur Di Laut!”

  1. Seru ya pas kecebur di laut ahahaha… meskipun sebenernya deket banget kalau mau berenang ke kapal, tapi arusnya yang lumayan deras bikin aku ngga berani ngelepasin pegangan ke tali jangkar huhuhu… Tertolong sama batang dayung panjang yang disodorin ke arahku. All is safe alhamdulillah 😀

  2. dan aku memandang cemas dari atas, beneran kayak film baywatch cieeee cieeee. Btw aku masih iri sama rani euy yang bisa berdiri ngapung2 bahagia gitu di laut, sementara aku tetep aja tenggelam ke bawah hiks.

  3. Sist, km sukses bikin aku IRI DENGKI pengin banget ke labuan bajo.. Apalagi dipamerin jingga gitu, duuuh kapan ya kesampean..

  4. Seru sekali perjalanannya. Fotonya bagus-bagus. Senang baca aneka pengalaman pribadi disini. Berasa ikutan karena membayangkan. Hahaha

  5. lansekapnya indha banget mbak. Seru banget kayaknya kumpul teman dan main ke labuan bajo

  6. Subhanallah indah banget labuan bajo ternyata.. pantesan teman teman ku nge wishlist ini sebagai tempat tujuan 2018. Oic.. btw nikmat banget kayaknya mba makan di atas kapal kecil gitu, ga kalah nikmat kayak makan di atas kapal pesiar hehehe

  7. Asri nurmala sari says: Reply

    Walaupun cuma baca aj,, tp udh bisa ngerasaain, pasti enak dan indah bgd yaa,liat kolam renang yg luassss, melebihi liat keindahan alam ciptaanNya di puncak gunung,, dtunggu part 2 nya y ran…

  8. Duuh Labuan Bajooooo.
    Tahun depan balik kesini lagi aaaah.

  9. Memang manusia akan mengapung kalau nyemplung ke laut, makanya tidak perlu pelampung selama di laut. Hanya saja terkadang manusia gk bisa menahan rasa paniknya, itulah yg bikin mereka “tenggelam”.

    Ditunggu episode selanjutnya 🙂

  10. wah aku jadi bayangin pas mas Indra nyemplung ala2 Baywatch ya. Untungnya,.alhamdulillah semua aman ya. Smg next bisa nyusul, amienn

  11. Waaaah ke Labuan Bajo. Cakeeepp. Tempat ini yang sampe sekarang bikin gak bisa move on!

Leave a Reply